Tanda adalah ambigu
Assalamualaikum.wr.wb.
Izin menulis
Jangan sekali-sekali membaca tanda karena biasanya hanya menimbulkan asumsi" yg kadang kosong dan prediksi yang kadang jauh dari kenyataan. Cukup tugas ahir saya yg tak kunjung tuntas yg membahasa tentang tanda-tanda berkutik pada bahasa simbol yang membosankan dan membingunkan yang sering menimbulkan salah penafsiran.
Mendung tak selamanya akan bertanda akan turun hujan, tersenyum tak menandakan sebuah kebagaian, menangis pun dan menandakan sebuah kesedihan, bahasa tanda adalah bahasa ambigu, menyusahkan, dan merepotkan.
Bahasa tanda akan menimbulkan prediksi, menggiring opini, meracuni pemikiran jika opoini ini datang dari peneliti-peneliti prematur dan melahirkan asusmsi-asumsi yang menyesatkan, ini akan menimbulkan keresahan, hingga kegentingan baik sekala kecil maupun besar.
Saya sekali lagi sangat malas jika harus membaca tanda, kemalasan ini diakibatkan ketumpulan penafsiran dalam mengartikan tanda, menafsirkan A ternyata Z, jika bisa dengan komunikasi langsung kenapa harus dengan tanda, jangan bilang ini adalah seni dalam berkomunikasi bagi saya ini adalah penyesatan dalam berkomunikasi.
Di sini saat saya menulis cuaca sedang cerah, matahari sedang terseyum tanda hujan tak terlihat, hujan adalah hujan, hujan tidak ada kaitan nya dengan kenangan hujan adalah air jika hujan adalah kenangan maka laut adalah perkumpulan kenangan, seharusnya pantai ada gerbang kenangan yg menyedihkan. Bukan senyum alam yg menimbulkan kebahagian dan keindahan, mematik senyum, melegakan pemikiran dan mempertajam semua ketumpulan dalam kesendirian.
Sekali lagi kita harus percaya pada tanda jika tanda itu datang dari Sang Maha Pencipta.
Pandeglang 14 maret 2018.
Hafidh Ridho.
0 Response to "Tanda adalah ambigu"
Posting Komentar